Halaman

regina

regina

Kamis, 09 Februari 2012

Hama Tungau Merah

Organisme penganggu tanaman (OPT) merupakan faktor pembatas produksi tanaman baik tanaman pangan, hortikultura maupun perkebunan. Organisme pengganggu tanaman secara garis besar dibagi menjadi tiga yaitu hama, penyakit dan gulma. Organisme pengganggu tanaman merupakan salah satu penghambat produksi dan penyebab ditolaknya produk tersebut masuk ke suat negara, karena dikawatirkan akan menjadi hama baru di negara yang ditujunya. Berdasarkan pengalaman, masih adanya permasalahan OPT yang belum tuntas penanganannya dan perlu kerja keras untuk mengatasinya dengan berbagai upaya dilakukan, seperti lalat buah pada berbagai produk buah dan sayuran buah dan virus gemini pada cabai.
            Organisme yang berpotensi sebagai pengganggu tanaman
Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang terdiri dari hama, penyakit dan
opencarian teknologi pengendalian OPT terus berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi dan tuntutan sosial, ekonomi dan ekologi.
OPT dikelompokkan menjadi 3 golongan, yaitu patogen penyebab penyakit tanaman, hama tanaman dan gulma.
1.      Golongan Patogen
a.       Jamur
Jamur adalah organisme heterotrof, tidak berklorofil, berinti sel, struktur somatiknya terdiri dari filament yang bercabang-cabang, dinding sel mengandung selulosa atau kitin atau keduanya bersama molekul organik lainnya. Umumnya berkembang biak dengan spora baik secara seksual maupun aseksual atau menggunakan bagian vegetetif jamur. Bagian vegetatif jamur umumnya berupa benang-benang halus, memanjang, bersekat atau tidak bersekat yang disebut hifa dan kumpulan benang-benang hifa tersebut disebut miselium.

b.      Bakteri
Bakteri adalah mikroorganisme bersel satu (unisellular) yang tidak mempunyai klorofil dan berkembang biak dengan cara pembelahan, hidup secara saprofitik atau parasitik dan memperoleh makanan dari bahan organik yang mati atau masih hidup.

c.       Virus
Virus adalah suatu partikel atau zarah submikroskopis yang terdiri dari protein kapsid di bagian luar protein kapsomer (coat) yang keduanya membungkus asam nukleat. Asam nukleat bersifat menular dalam bentuk salah satu yaitu asam ribonukleat (RNA) atau asam deoksiribonukleat (DNA). Asam nukleat virus memperanyak diri (replikasi) dengan bantuan ribosom sel inang, mensintesis protein mantel virus dan menggunakan kemampuan sintetiknya untuk membuat cetakan dirinya membentuk lebih banyak RNA, kemudian penggabungan protein virus dengan RNA hasil replikasi membentuk partikel virus baru (virion).

2.      Golongan Tumbuhan Pengganggu atau Gulma
Gulma adalah tumbuhan yang kehadirannya tidak diinginkan pada lahan pertanian karena menurunkan hasil yang bisa dicapai oleh tanaman produksi. Batasan gulma  bersifat teknis dan plastis. Teknis, karena berkait dengan proses produksi suatu tanaman pertanian. Keberadaan gulma menurunkan hasil karena mengganggu pertumbuhan tanaman produksi melalui kompetisi.
Gulma dapat dikelompokkan menurut keadaan morfologi umum dan menurut habitat dan bentuk pertumbuhannya. Berdasarkan keadaan morfologi umumnya, gulma dikelompokkan menjadi gulma golongan rerumputan (grasses), golongan teki-tekian (sedges) dan golongan berdaun lebar (broad leaf).  Sedangkan klasifikasi gulma berdasarkan habitat dan bentuk pertumbuhannya, gulma dikenal menjadi gulma air dan gulma darat.
Berdasarkan siklus hidupnya, gulma dapat dibedakan menjadigulma semusim (annual weeds), gulma semusim (biannual weeds), dan gulma tahunan (prennial weeds). Berdasarkan habitat tumbuhnya gulma dapat dibedakan menjadi gulma air (aquatic weeds) dan gulma daratan (terestrial weeds). Kemudian Berdasarkan pengaruh terhadap tanaman dibedakan menjadi gulma kelas A, B, C, D dan E. (Barus, Emanuel. 2003)

3.      Golongan Hewan atau Binatang Hama
Secara umum, hama atau pest diartikan sebagai jasad pengganggu (jasad renik, tumbuhan, dan hewan). Pada perkembangannya, istilah hama didefinisikan dengan lebih khusus, yaitu hewan yang mengganggu manusia, dan dipersempit lagi menjadi hewan yang mengganggu tanaman (tumbuhan yang diupayakan manusia), maka dikenal istilah Hama Tanaman (Pests of Crops).
Ada empat filum yang menyumbang peran sebagai hama, yaitu nemathelminthes (golongan cacing renik), moluska (golongan hewan lunak semacam siput dan bekicot), artropoda (tungau dan serangga), dan chordata (hewan bertulang belakang misalnya kera, tikus, dan sebagainya). Masing-masing kelompok mempunyai ciri tanda serangan yang khas, yang biasanya dihubungkan dengan jenis alat mulut dan perilaku khas, dan sering digunakan untuk mengidentifikasi kehadiran mereka.

 
Tetrachychus bimaculatusI  atau tungau merah adalah pengganggu atau perusak tanaman ubi kayu, termasuk familia Acarina. Tetrachychus bimaculatus walaupun ukuran tubuhnya sangat kecil (tidak lebih dari 0,5 milimeter), tetapi masih cukup jelas untuk dilihat tanpa mikroskop. Tungau merah pada umumnya dilengkapi dengan 4 pasang kaki dan berbulu halus, tetapi ada yang dilengkapi dengan kaki yang redumenter atau yang pertumbuhannya tidak sempurna, bagian moncongnya yang lancip dapat digunakan untuk menghisap, menggigit, dan menyengat. Oleh karena itu kalu tungau ini hinggap pada kulit manusia, terasa gatal, kulit yang dihisapnya menjadi merah bengkak.
Ciri-ciri serangan hama Tungau Merah secara global adalah pada bagian atas permukaan daun terdapat titik kuning atau cokelat. Serangan pada bagian bawah daun menyebabkan kerusakan mesofil, sehingga transpirasi daun tanaman meningkat. Tangkai daun dan daun yang terserang berwarna perunggu. Serangan pada buah dapat menyebabkan retakan-retakan cokelat pada kulit buah. Tungau Merah bersifat polifag dan mempunyai banyak tanaman inang.
            Daya rusak tungau tidak hanya tertuju pada tanaman ubi kayu saja, tungau-tungau ini sering merusak pula tanaman sayur-sayuran, daun teh, tanaman hias dan tanaman palawija lainnya. Tungau merah gemar hidup di bawah daun, terutama diantara tulang-tulang daun. Mereka bergerak tanpa arah, tetapi sebentar-sebentar mereka berhenti, maksudnya untuk menghisap air (zat cair) dalam daun. Tanaman ubi kayu akan gundul/tidak berdaun sama sekali, apabila sarangnya telah berlangsung demikian hebat. Bagi tanaman ubi kayu yang sejak mudanya telah mengalami pengrusakan hama Tungau Merah ini, pada waktu penmungutan hasil kemungkinan hasilnya akan jauh di bawah 50%, sedangkan yang mendapat pengrusakan pada umur dewasa kadar tepungnya dapat menurun lebih dari 16%.
Untuk mengetahui tingkat serangan dari hama ini, perlu diadakan pengamatan. Pengamatan dilakukan pada 10% dari populasi tanaman. Bagian tanaman yang diamati adalah tunas-tunas muda dan buah. Tiap tanaman diamati 4 tunas vegetative aktif dan buah sebanyak 20 buah.
Pembasmian Tungau Merah dengan memanfaatkan insektisida (Kalthena, Fosferno, Agrothion) merupakan tindakan kuratif yang paling baik dan efektif. Penggunaan DDT baiknya tidak dipergunakan.
Pengendalian hama tungau merah (Tetrachychus sp) yang efektif dapat juga dilakukan dengan beberapa cara, antara lain sebagai berikut.
1.      Pengendalian secara mekanik dapat dilakukan dengan mengadakan sanitasi kebun dan mengeradikasi gulma yang menjadi inang tungau merah.
2.      Pengendalian secara biologis dapat dilakukan dengan pemanfaatan musuh alami dari jenis predator Phytoseiulus persimilis, P. marcopilis, Stethorus sp, Conccinella repanda, dan C. tranversalis F
3.      Pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan dengan menyemprotkan bahan kimia akarisida pada awal peningkatan populasi. Aplikasi untuk Aceria dapat dilakukan apabila dijumpai 30% kuncup tanaman terinfeksi, sedangkan untuk Tetrachychus bila dijumpai 10% tunas terifeksi dan 2% buah terinfeksi. Akarisida yang dapat digunakan adalah yang berbahan aktif acetamiprid (Mospilan 30 EC), dinobuton 300 gr/liter, karbosulfan 200,11 gram/liter, dan amitraz 200 gram/liter

Cerpen - Tetangga (by Regina Rawe)

“Kakak?”

“Ya dik.”

“Tidak terasa ya sebentar lagi aku melahirkan.”

“Iya, kita pasti akan punya anak yang cantik seperti kamu.”

“Dan kalau laki-laki pasti tampan seperti ayahnya.”

Suamiku hanya tersenyum.

“Kakak?”

“Ya.”

“Ingat tidak siapa yang datang waktu aku mengenalkan calon suami pilihanku?”

“Tetanggamu kan.”

“Iya, tetanggamu juga.”

Dan kami berdua tertawa bahagia bersama.

Cerita ini memang tidak pernah aku lupa. Aku dan suamiku tadinya adalah tetangga sejak kecil. Dan sejak aku remaja aku sangat menyukainya. Aku ini orang yang sangat pemalu sehingga aku tak pernah mengungkapkannya.

Dia memang lebih tua dariku. Waktu kecil kami sering bermain bersama. Tapi saat remaja kami tak pernah lagi bermain. Kami sibuk dengan urusan masing-masing. Aku sangat mengaguminya. Wajahnya yang rupawan dan kepandaiannya yang mengesankan membuat aku tertarik. Namun benar-benar disayangkan waktu itu kami tak pernah berbicara bahkan sekedar bertegur sapa sekalipun. Dia memang orang yang agak cuek dan aku begitu malu ingin menyapanya. Jangankan menyapa, saat tidak sengaja bertatapan dengannya saja wajahku langsung memerah.

Dulu itu aku baru masuk SMA dan dia baru saja lulus SMA. Aku selalu memandanginya lewat jendela kamarku. Benar-benar konyol. Dan kesedihanku hadir karena aku tidak akan melihatnya lagi. Dia melanjutkan kuliah di Bandung. Sejak saat itu aku hanya bisa membayankan dan bermimpi tentangnya saja.

Tiga tahun berlalu dan aku lulus SMA. Aku kemudian melanjutkan kuliah di Jogja. Lagi-lagi aku tidak pernah bertemu dengannya. Aku dengar kabar dia melanjutkan lagi kuliah di Semarang. Sungguh menyedihkan.

Saat aku kuliah, aku putuskan untuk tidak memikirkannya lagi. Aku hanya memikirkan nilai mata kuliahku dan belajar dengan sungguh-sungguh agar cepat menyelesaikan kuliahku dengan tepat waktu. Dan benar saja, empat tahun berlalu dan aku tidak pernah mengingatnya. Bahkan bisa dibilang aku telah melupakannya.

Setelah aku jadi sarjana dan mendapat pekerjaan. Hari-hari berlalu dengan cepat. Dan bisa dibilang aku sudah dewasa. Ini yang tidak aku suka. Orang tuaku menginginkan agar aku cepat menikah. Tentu saja aku panik. Aku tidak punya kekasih. Siapa yang akan menikahiku. Benar-benar payah. Temanku memang banyak tetapi tak satupun yang aku cintai untuk jadi kekasih ataupun suamiku.

Sudah setahun lebih aku bekerja. Suatu hari teman sekantorku akan menikah. Beberapa bulan sebelum menikah, dia memintaku menemaninya menemui seorang arsitek yang nanti akan merancang sebuah rumah untuknya. Tentu aku tidak menolak. Lagi pula tidak ada salahnya aku berbaik hati hanya sekedar menemani temanku yang akan berbahagia.

Di sebuah café mungil yang indah. Malam hari dengan suasana terang lilin dan lantunan musik lembut serta aroma harum bunga. Disana aku dan temanku menunggu. Dan beberapa menit kemudian seorang pria dengan badan yang tinggi dan berpakaian rapi datang menghampiri kami dengan membawa gulungan kertas besar.

“Permisi, apa benar ini pak Andre?” laki-laki itu berkata kepada temanku.

“Benar, silakkan duduk pak Hairil.”

Mendengar Andre mengucap nama Hairil hatikku tersentak. Nama yang sepertinya tidak asing bagiku. Dan aku terkejut saat lelaki itu duduk di hadapanku. Aroma parfumnya yang maskulin terasa menyejukkan penciumanku. Aku mengamatinya. Wajahnya ternyata benar-benar ku kenal. Gayanya yang agak cuek lebih meyakinkanku lagi. Oh Tuhan, dia tetanggaku waktu kecil. Kini dia talah menjadi seorang arsitektur.

Lelaki itu mungkin sadar aku mengamatinya. Kemudian dia menatapku dan bertanya.

“Anda calon istri pak Andre?”

“Bukan Pak, dia rekan kerja saya.” Pertanyaan itu di jawab oleh Andre.

“Sepertinya saya mengenal anda.” Ucap Hiril.

“Benarkah?” tanyaku.

“Benar, anda mengingatkan saya pada tetangga saya waktu kecil.” Jawab Hairil.

“Mungkin tidak salah lagi, kita memang pernah jadi tetangga.” Ucapku sambil tersenyum. Dan Hairil juga ikut tersenyum. Rupanya dia tidak sedingin dulu. Dan akupun telah belajar untuk tidak menjadi pemalu.

Setelah perbincangan singkat itu Hairil kembali ke Andre dan memperlihatkan hasil kerjanya. Selama mereka bicara aku hanya memandangi Hairil sambil tersenyum saat dia melihatku.

Pertemuan itu berakhir. Tapi ternyata hubungan aku dan Hairil tidak berakhir. Kami saling bertelepon atau menrencanakan pertemuan untuk sekedar mengobrol dan makan atau menonton. Ternyata kami nyambung dan sangat asik. Aku sangat bahagia saat itu kami menjadi sangat akrab. Hingga suatu hari Hairil mengajakku bertemu di café tempat waktu itu kami bertemu.

Ada yang berbeda waktu itu. Pengunjung café itu hanya kami berdua. Dan hanya meja tempat kami makan yang menyala dengan lilin yang begitu indah. Setelah selesai makan dan mengobrol sebentar, Hairil mengambil sesuatu dari kantung celananya. Dia memberikannya padaku. Oh Tuhan, itu sebuah cincin yang sangat indah.

“Rani, maukah kamu menikah denganku?” tanya Hairil dengan suara yang begitu perlahan dan menyejukan hatiku.

Aku terdiam sebentar. Masih merasa tak percaya.

“Apa kau tidak bercanda Hairil?” tanyaku ragu.

“Aku sungguh-sungguh Rani, jujur sejak dulu aku menyukaimu. Sejak kita masih tetangga, tapi aku malu sekali saat menyadarinya. Dan sekarang kita sudah akrab dan aku tidak mau kehilangan kamu lagi karena sampai sekarang perasaan aku padamu ternyata tidak berubah. Aku masih saja menyukaimu. Bahkan sekarang aku sangat mencintaimu.” Jawab Hairil dengan sungguh-sungguh.

Aku benar-benar bahagia mendengarnya dan hanya bisa diam.

“Rani?” Suara Hairil menyadarkanku.

“Hairil, aku juga mencintaimu sejak dulu. Aku mau menikah denganmu.” Jawabku perlahan. Dan kami berdua tersenyum bahagia.

Beberapa hari kemudian kami merencanakan pertemuan orang tua kami untuk mengenalkan calon pendamping hidup kami. Benar saja orang tua kami sangat terkejut dan tidak menyangka. Tapi orang tua kami sangat akrab dan bertetangga dengan baik. Tentu saja mereka setuju dengan pilihan kami. Pertemuan itu sangat hangat dan membahagiakan.

Satu bulan berlalu. Tiba hari pernikahan kita. Benar-benar hari bahagia. Semua orangpun turut berbahagia bersama kami. Oh Tuhan, terima kasih atas nikmat yang Kau berikan.

Membayangkan semua itu sungguh sangat membahagiakan. Sesuatu yang indah itu memang datang pada akhirnya. Kini tiga tahun sudah kita menjadi suami istri yang begitu bahagia. Dan beberapa saat lagi aku akan menjadi seorang ibu. Dan rumah sakit ini yang menjadi tempat bersejarah itu.

Bayangan itu memang sangat indah. Tapi apa yang terjadi sekarang, mengapa perutku begitu sakit. Apa bayi mungilku akan segera lahir. Aku merintih kesakitan dan suamiku memanggilkan dokter. Benar ini saatnya aku berjuang untuk anakku.

Dengan segala kekuatan yang kumiliki aku berusaha untuk melahirkan anakku. Dan kekuatan itu bertambah karena ada Hairil disampingku. Dia menggenggam tanganku dengan wajah yang penuh kekhawatiran. Suara tangis bayi terdengar. Dan wajah Hairil begitu bahagia.

“Sayang, anak kita laki-laki.” Ucap Hairil sambil menggendong anak kami dan memperlihatkannya padaku.

“Dia mirip sekali denganmu.” Ucapku sambil tersenyum.

Tapi apa ini, oh Tuhan mengapa perutku masih sakit dan darah terus saja keluar dengan deras. Suamiku panik dan meletakkan bayinya di sampingku. Dia meminta dokter memeriksaku. Dan aku meminta Hairil dan bayiku tetap berada di sampingku.

“Aku sangat bahagia Hairil.” Ucapku pada Hairil sambil tersenyum.

Tapi Hairil tidak membalas senyumku dan malah menangis sambil memintaku untuk bertahan. Aku tak mengerti. Kemudian aku mencium bayiku sambil menutup mata. Dan ternyata Tuhan tidak mengijinkan aku membuka mataku lagi. Itulah terakhir kalinya aku melihat Hairil dan bayi mungilku.

cerpen - Tatapan Mata (by Regina Rawe)


Namaku Galih. Aku adalah kepala polisi di daerah ini. Sudah sebulan ini aku dipusingkan oleh kejadian yang aneh. Tiga mayat laki-laki ditemukan dengan kondisi yang mengenaskan. Mayat-mayat ditemukan tanpa pakaian atas dan kedua bola matanya hilang. Mayat pertama ditemukan warga di pinggir sungai dan sudah diketahui identitasnya. Dia adalah seorang pengusaha muda yang cukup tampan. Menurut keluarga dan kerabatnya, mayat yang diketahui bernama Galang itu adalah pemuda yang baik dan tidak memiliki musuh. Tapi ada salah satu teman yang paling dekat dengannya mengatakan bahwa Galang pernah bercerita kalau dia sedang dekat dengan seorang gadis yang entah siapa. Mungkin itu bisa menjadi keterangan yang berarti, namun sulit diterima logika jika seorang gadis yang melakukan hal keji seperti itu.

Korban kedua ditemukan di sekitar alang-alang sebelah lapangan yang memang jarang dipakai dan dilalui warga. Kondisinya sama seperti mayat sebelumnya yaitu tanpa pakaian atas dan tanpa kedua bola matanya. Tapi si pembunuh kali ini seakan mempermainkan kami penyidik kepolisian. Dia menempelkan kartu tanda pengenal korban di dada mayatnya itu. Benar-benar perbuatan keji. Leleki korban kedua ini adalah seorang model majalah yang cukup terkenal. Dari keterangan keluarga dan kerabatnya juga mengatakan bahwa korban bernama Lihan tidak pernah bermasalah dengan siapapun. Dan terakhir kali sebelum dia menghilang, selesai melakukan pemotretan dia menerima telepon yang sepertinya dari seorang wanita kemudian dia langsung bergegas pergi.

Korban ketiga sampai saat ini belum diketahui identitasnya. Kali ini si pembunuh tidak menyisakan tanda pengenal korban sama sekali. Dia ditemukan warga di semak-semak dekat taman bermain anak-anak. Dengan kondisi yang sama seperti dua korban sebelumnya tentu saja kami yakin bahwa yang membunuh mereka adalah orang yang sama. Aku benar-benar tidak ingin ada korban selanjutnya. Sebagai kepala polisi tentu aku bertanggung jawab untuk menyelidiki kasus ini. Kabar berita tentang kejadian ini sudah tersebar luas dan membuat panik warga. Benar-benar suatu tugas yang paling berat selama aku menjabat jadi seorang kepala polisi.

Malam ini aku menghabiskan waktu di kantor, sementara yang lain pulang kerumah masing-masing. Aku sadar kalau di rumahkupun ada seorang isteri yang menungguku, tapi sebisa mungkin telah aku rayu agar dia hanya ditemani adikku dirumah karena aku masih ingin menyelidiki kasus ini. Diruanganku yang tak seberapa luas aku berfikir sendirian. Suasananya begitu sepi. polisi lain memang ada juga yang mendapat piket malam, tetapi sepertinya mereka sedang asik menonton televisi.

Di atas meja kantorku terdapat bingkai foto isteriku. Aku memandanginya dan teringat masa lalu tentang mantan kekasihku. Dulu aku begitu mencintainya, tapi aku harus merelakannya untuk wanita pilihan orang tuaku yang kini adalah isteriku. Di ruangan ini pun penuh kenangan, Maila mantan kekasihku itu pernah memberku kejutan dengan datang dan membawakan hadiah saat hari ulang tahunku yang waktu itu bahkan aku sendiri tak mengingatnya. Sebuah buku tantang fenomena aurora di langit dia bingkai dengan sangat cantik. Hingga kini aku masih menyimpannya. Perlahan aku buka laci mejaku dan aku temukan kotak hadiah itu. Aku buka dan ternyata isinya pun masih utuh. Sebuah buku dan sepucuk surat. Surat itu aku baca lagi dan aku pahami isinya .

Percayakah kamu kalu aku pernah melihat aurora sungguhan?

Benar-benar indah dengan warna-warni yang terlukis di langit

Tapi taukah kamu?

Bagiku itu belum seberapa kalau aku bandingkan dengan kerlingan matamu

Berkedip perlahan dengan bola mata yang begitu indah,

berbinar dan serasi berada di wajahmu

Tatapan yang kian hari membuat getaran dalam hati ini terasa menyesakkan

Membuat aku tidak pernah ingin kehilanganmu

meski sekedar hanya dalam pikiran atau bunga tidurku.

Maila

Kata-katanya benar-benar indah. Maila bilang, dia sangat mengagumi bola mataku. Dia begitu bahagia jika aku menatapnya. Bicara tentang mata, aku jadi teringat lagi pada mayat-mayat itu. Menyedihkan dengan keadaan tanpa bola mata. Seketika terlintas juga di fikiranku, tampat-tempat ditemukannya mayat itu juga sepertinya tidak asing. Korban pertama di pinggir sungai itu tempatnya sama seperti saat pertama kali aku bertemu dan berkenalan dengan Maila. Kemudian korban kedua di alang-alang itu seperti tempat aku berkencan dengan Maila dan kita menjadi sepasang kekasih. Terakhir tempat korban ketiga di dekat taman bermain itu saat terakhir aku bertemu Maila dan mengatakan bahwa aku akan menikah dengan wanita lain.

Aku terkejut dengan pikiranku sendiri. Ditambah lagi kata pertama nama kedua korban itu jika digabungkan seperti namaku. Korban pertama yang bernama GALang dan kedua bernama LIHan. Menjadi GALIH. Tuhan, ini tidak mungkin. Aku tidak percaya. Apakah mayat-mayat itu sebuah pesan untukku. Aku benar-benar gelisah. Jantungku berdebarnya makin kuat dan nafasku seolah terhalang karena terlalu takut. Kemudian tanpa pikir panjang, aku langsung bergegas pergi ke tampat Maila.

Saat itu sudah pukul 2 dini hari. Maila tinggal di sebuah rumah kontrakan sendirian. Aku langsung menghampiri rumah itu setelah turun dari mobil yang kukendarai. Aku coba mengetuk pintu kamarnya namun tidak ada jawaban. Aku kesal dan mencoba membuka pintu itu. Dan ternyata tidak terkunci. Aku masuk dan mencari Maila sambil memanggil namanya. Terdengar suara musik dari sebuah kamar, aku lalu menghampiri dan membuka pintu kamar itu. Maila ada disana. Dia sedang duduk di depan cermin sambil menyisir rambut dan bernyanyi-nyanyi kecil.

“Akhirnya kau datang, Galih.” Ucap Maila

Aku tersentak, Maila mengetahui kalau aku yang datang.

“Aku sudah lama menunggumu, Galih. Tentunya pesan-pesan yang aku kirimkan untukmu bisa kau pahami. Aku yakin kalau kau ini kepala polisi yang hebat.” Ucap Maila dengan nada yang begitu tenang

“Apa maksudmu, Maila?” tanyaku masih bingung

“Kau tentu tau maksudku, Galih. Aku hanya ingin bertemu denganmu.” Kata Maila

“Jadi benar kau yang membunuh mereka?” tanyaku dengan sedikit gemetar tidak percaya dengan yang terfikir saat itu.

“Tidak. Aku hanya inginkan bola mata mereka, tetapi tidak ada yang seindah milikmu, Galih.” Ucap Maila dengan nada yang masih tenang

“Kau gila, Maila!” ucapku kesal

“Aku memang tergila-gila padamu, Galih. Aku rindu kau menatapku dengan senyum dan tatapan dari bola matamu yang indah itu.” Ucap Maila dengan nada yang mulai getir

“Tapi bukan begini caranya. Kau telah membunuh mereka, Maila. Apa kau tidak kasihan pada mereka?” tanyaku dengan sikap setenang mungkin

“Untuk apa aku mengasihani mereka? Kaupun tidak pernah kasihan padaku.” Bentak Maila

Sebisa mungkin aku bersikap tenang.

“Maafkan aku, Maila. Aku tidak berniat menyakitimu.” Ucapku mencoba meyakinkan Maila

“Bohong! Kau itu jahat, Galih. Kalau kau tidak mau menyakitiku harusnya kau tidak menikahi wanita lain.” Maila mulai marah

“Sungguh aku minta maaf, Maila. Aku sangat mencintaimu, tapi aku tidak punya pilihan lain.” Ucapku menenangkan Maila

“Aku tidak percaya, kau hanya mempermainkanku dan kemudian meninggalkanku, padahal aku sangat mencintaimu hingga aku telah berikan semuanya untukmu bahkan kehormatanku.” Maila mulai menangis

“Sungguh aku tidak berbohong, Maila. Aku juga sangat mencintaimu. Maafkan aku, Maila. Kita bisa bicarakan ini baik-baik.” Ucapku

“Untuk apa kita bicara baik-baik? Semuanya sudah terlambat. Ini adalah pertemuan terakhir kita.” Ucap Maila

Aku tidak sadar sedari tadi Maila menggenggam pistol di tangannya. Pistol itu langsung ia tembakkan ke dadanya. Aku benar-benar terkejut melihat kejadian ini. Aku langsung mendekati Maila yang terkapar beberapa meter dariku. Hatiku begitu terpukul. Berkali-kali aku mengatakan bahwa aku benar-benar mencintai Maila disaat maut sedang menghampirinya. Dan aku selalu ingat kat-kata terakhir yang keluar dari mulutnya.

“Aku bahagia dapat menatap matamu disaat terakhirku, Galih. Aku bukan orang jahat, aku ingin mataku ini kau donorkan pada orang yang tidak bisa melihat indahnya dunia ini. Aku mencintaimu, Galih.” Dan nafas terakhirpun ia hembuskan.

Sahabat

mereka adalah air
yang memuaskan dahagaku
mereka adalah karang
yang mampu menguatkan

 

disudut bibirnya mereka singgungkan makna
ketulusan hati yang tanpa keluh
disetiap tatapannya berupa binar
yang meneduhkan kegundahan


tawa itu sahabat
begitu hangat terdengar
dan jika tangismu meluap
aku takkan sanggup mengusapnya


disetiap kebahagiaan selalu kau bagi
disegala kerapuhan kalian mampu mengajak berlari
meski mungkin ada kehidupan berbeda
kalian ada untuk mendekap


dikala senja nanti aku akan tersenyum
mengingat kalian sewaktu tertawa bersama
dan itu dongeng untuk manusia mugil disampingku
hingga aku dan dia terlelap dalam dunia tak sama

Rabu, 08 Februari 2012

kau seperti bukan wanita

hei kau,
kau seperti bukan wanita
parasmu memang indah
tapi tidak senada dengan hatimu

aku tak memandangmu anggun
meski jilbab itu menutupi rambutmu
tapi bahasamu tak tersantun
ucapanmu bak bisa ular

hei kau,
kau seperti bukan wanita
tidak ada kelembutan yang kau tunjukkan
yang mungkin menandakan cinta kasih

lihat suami dan anakmu
tidakkah terbayang olemu manisnya hidup
kau malah menghancurkannya
kau tidak membaktikan hidupmu

hei kau,
kau seperti bukan wanita
dimana nuranimu ?
bahkan induk kerapun lebih pantas dibandingkanmu

Untuk Kalian Penguasa

coba perdengarkan apa yang mereka rasakan itu
apakah kalian tidak tersentuh ?
ah, mungkin memang kalian telah membatu
hati kalian telah dipaku kekayaan

kebutaan itu membuat kalian tak melihat
dan kalian tuli akan tangisan mereka
hidup cacat karena kekuasaan
yang perlahan menggiring kalian pada kegelapan

teriakkan saja,
kalian itu memang sampah
seharusnya kalian diarak
hingga rasa malu kalian itu kembali

apa yang kalian ucap sejahtera
itu hanya milik kalian
mereka yang susah bertahan hidup
tak pernah terlintas sepicik kalian

kalian penguasa
bukan berarti harus tak punya hati
ingatlah di alam ini masih ada Sang Pencipta
yang mampu melebihi segalanya

Ketika Menangis

air mata ini bukan tanpa alasan
tidak berarti aku lemah
air mata ini bukan tanpa makna
tidak menandakan aku hina

ini adalah gejolak
ketika pemikiran dan hatiku tidak sejalan
disaat pertentangan hadir dalam jiwa
dan kala gelapku bertemu hujan

itu bukan kuasaku
untuk menahan apa yang sebenarnya tak ku kehendaki
sesuatu yang mereka bilang tak berguna
adalah peneduh bagi kalbuku

dia isyaratkan kesedihanku
dia mengatakan kegundahanku
dia melukiskan kebahagiaanku
bahkan dia menjadi kemarahanku

ketika itu aku menangis
tertegun dengan yang kulihat
terhanyut bersama yang kudengar
dan terbawa apa yang kusentuh

Ingatkan Aku, Mama

cerita itu sungguh mengejutkanku Mah,
mereka orang-orang yang kita kenal
orang-orang yang kita kasihi
ada apa dengan mereka ?

sekejam itukah dunia sekarang ini Mah,
kalau begitu aku tidak mau dewasa
aku takut Mah
aku tidak mau mengenal hal mengerikan itu

dia yang selalu ada dimasa kecilku
aura kelembutannya pudar
karena kesalahan yg dia buat
kini dia tidak lagi tersenyum lepas

dia yang seperti adikku
mengapa dia menjadi sekejam itu
apa yang dia perbuat
hingga dia redupkan lilin yang tengah bersinar

dia yang seperti kakakku
apa yang dia pikirkannya
tidakkah ada rasa belas kasihan
pada makhluk tak berdosa itu

mengapa dunia ini jadi terlihat memilukan
apa yang terjadi dengan kehidupan sekarang
aku tidak ingin seperti mereka
ingatkan aku selalu Mah,
aku takut

tapi percayalah aku berbeda dengan meraka, Mah
aku tidak akan mengecewakanmu
aku bukan manusia yang diperbudak zaman
aku anakmu, dan aku akan menjaga amanahmu

Rabu, 28 September 2011

BINTANG, BULAN DAN MATAHARI

dia BINTANG

sesuatu yang aku temukan saat aku melihat langit malam yang gelap .

merasakan dingin dan kesepian diantara lingkaran .

kamudian dia menatap dan memberi harapan .

aku tersentuh bahasa tubuh dan matanya hingga aku dekap erat BINTANG itu .

tapi ternyata dia mengusik di pelukanku hingga menggores luka .

perih dan kemudian pergi .



dia BULAN

setelah bintang pergi, aku melihat pendar cahaya bulat di langit yang kembali kelam .

cahaya itu hadir dan berharap dapat menyembuhkan luka karena BINTANG .

tapi aku tak bisa semudah itu .

aku masih terlalu ragu untuk menatap BULAN

namun tak kusangkal juga jika aku mulai mengikatnya

hingga BULAN memutuskan untuk menghilang ketika baru saja ingin kupeluk

batin ini akhir rasanya juga sakit lagi .



dia MATAHARI

kehadirannya berbeda dengan BINTANG dan BULAN

dia datang dengan menampakkan seberkas cahaya dan menawarkan kehangatan

tapi aku juga masih takut tak ingin terbakar dalam gengamannya

aku perlahan tersenyum masih meragu padanya

tapi tetap menyimpan harapan jika MATAHARI itu yang sinarnya akan selalu menjagaku

yang nyatanya MATAHARI tidak sedekat terlihatnya hingga aku tak selalu melihatnya dibalik awan



sekarang aku merindukan ketiganya

aku rindu BINTANG

aku rindu BULAN

aku rindu MATAHARI

Minggu, 25 September 2011

-KUTIPAN-

Berusaha mendapatkan sesuatu yang dapat kau nikmati adalah jauh lebih baik daripada berusaha mencari sesuatu yang dapat kau miliki.

Glen Holn


Mengetahui betapa berharganya waktu; ambil dekap dan nikmati setiap saatnya. Tak ada waktu berpangku tangan, tak ada yang ditunda untuk dilakukan; jangan pernah menunggu sampai besok untuk melakukan sesuatu yang bisa kau lakukan hari ini.

Earl of Chesterfield


Jika kau tak menyukai sesuatu, ubahlah hal tersebut. Bila tak bisa mengubahnya, ubahlah sikapmu. Jangan mengeluh.

Maya Angelau


Satu-satunya batasan realisasi kita akan hari esok adalah keraguan kita akan hari ini.

Franklin D. Roosevelt


Kebahagian bukanlah suatu tahap yang kita raih tetapi lebih merupakan sebuah perjalanan.

Samuel Johnson


Orang-orang selalu menyalahkan keadaan. Aku tidak percaya akan hal ini. Mereka yang hidup di dunia ini adalah mereka yang berdiri tegak dan mencari keadaan yang mereka inginkan dan jika mereka tidak berhasil menemukanya, mereka menciptakan keadaan tersebut.

George Bernard Shaw


Perubahan paling penting yang terjadi dalam kehidupan seseorang adalah perubahan sikap, sikap yang benar menghasilkan tindakan yang benar pula.

William J. Johnston


Selalu ada cara yang lebih baik untuk segala hal. Temukanlah.

Thomas Edison


Perbedaan antara seseorang yang sukses dengan yang lain bukanlah kurangnya pengetahuan, tetapi kurangnya niat dan keinginan.

Vince Lombardi


Kehidupan tidak banyak ditentukan oleh apa yang diberikan hidup ini kepadamu, tetapi lebih ditentukan oleh sikap yang kau bawa dalam menjalani kehidupan ini; tidak banyak hal ditentukan oleh apa yang terjadi kepadamu tetapi lebih ditentukan oleh bagaimana caranya memandang apa yang terjadi.

John Homer Miller


Janganlah pernah merasa takut pada bayangan. Ada bayangan berarti ada sinar di dekat sana.

Ruth E. Renkei


Jika setiap hari adalah awal, maka kau tidak akan pernah tua. Kau hanya akan tumbuh.

Gail Sheehy


Orang-orang yang optimis tidak menunggu terjadinya perbaikan, mereka mewujudkan perbaikan itu.

Paul von Keppler


Jadilah seseorang yang percaya bahwa selalu ada kemungkinan dalam segala hal. Tidak peduli betapa gelap tampaknya hal-hal yang terjadi disekelilingmu, angkat wajahmu dan lihatlah kemungkinan yang ada-carilah selalu, karena kemungkinan itu selalu ada.

Norman Vincent Peale


Mereka bisa karena mereka berpikir mereka bisa.

Virgil


Manusia sejati adalah mereka yang tersenyum pada masalah; mengumpulkan kekuatan dari penderitaan dan tumbuh berani dengan bercermin diri.

Thomas Paine


Kebahagiaan pada hakikatnya adalah suatu keadaan dimana kita menuju ke suatu arah dengan sepenuh hati, dengan ketetapan hati ke satu tujuan, tanpa penyesalan dan keengganan.

William H. Sheldon


Mereka yang hebat dalam segala hal tidak bekerja karena mereka terinspirasi, sebaliknya mereka mendapatkan inspirasi karena mereka bekerja. Mereka tidak membuang-buang waktu menunggu inspirasi datang.

Ernest Newman


Hanya ada dua cara untuk menjalani hidup. Dengan memandang bahwa tak ada sesuatu pun yang merupakan keajaiban. Satu lagi adalah dengan memandang bahwa segala sesuatu adalah keajaiban.

Albert Einstein


Hidup ini tidak diukur dari panjangnya, tetapi dari apa yang dapat kita sumbangkan dalam hidup.

Peter Marshall


Saat kita memberi batasan pada apa yang akan kita lakukan, berarti kita telah memberi batas pada apa yang dapat kita lakukan.

Charles Schwab


Orang-orang pesimis melihat kesulitan dalam setiap kesempatan. Orang-orang optimis melihat kesempatan dalam setiap kesulitan.

Winston Churchill

-KHALIL GIBRAN-

CINTA yang AGUNG

Adalah ketika kamu menitikkan air mata
dan MASIH peduli terhadapnya..
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu MASIH
menunggunya dengan setia..
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain
dan kamu MASIH bisa tersenyum sembari berkata ‘Aku
turut berbahagia untukmu’

Apabila cinta tidak berhasil…BEBASKAN dirimu…
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya
dan terbang ke alam bebas LAGI ..
Ingatlah…bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan
kehilangannya..
tapi..ketika cinta itu mati..kamu TIDAK perlu mati
bersamanya…

Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu
menang..MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika
mereka jatuh


WAKTU
Dan jika engkau bertanya, bagaimanakah tentang Waktu?….
Kau ingin mengukur waktu yang tanpa ukuran dan tak terukur.

Engkau akan menyesuaikan tingkah lakumu dan bahkan mengarahkan perjalanan jiwamu menurut jam dan musim.
Suatu ketika kau ingin membuat sebatang sungai, diatas bantarannya kau akan duduk dan menyaksikan alirannya.

Namun keabadian di dalam dirimu adalah kesadaran akan kehidupan nan abadi,
Dan mengetahui bahwa kemarin hanyalah kenangan hari ini dan esok hari adalah harapan.


Dan bahwa yang bernyanyi dan merenung dari dalam jiwa, senantiasa menghuni ruang semesta yang menaburkan bintang di angkasa.


Setiap di antara kalian yang tidak merasa bahwa daya mencintainya tiada batasnya?
Dan siapa pula yang tidak merasa bahwa cinta sejati, walau tiada batas, tercakup di dalam inti dirinya, dan tiada bergerak dari pikiran cinta ke pikiran cinta, pun bukan dari tindakan kasih ke tindakan kasih yang lain?

Dan bukanlah sang waktu sebagaimana cinta, tiada terbagi dan tiada kenal ruang?Tapi jika di dalam pikiranmu haru mengukur waktu ke dalam musim, biarkanlah tiap musim merangkum semua musim yang lain,Dan biarkanlah hari ini memeluk masa silam dengan kenangan dan masa depan dengan kerinduan.


CINTA

AKU bicara perihal Cinta ????…

Apabila cinta memberi isyarat kepadamu, ikutilah dia,
Walau jalannya sukar dan curam.
Dan pabila sayapnva memelukmu menyerahlah kepadanya.
Walau pedang tersembunyi di antara ujung-ujung sayapnya bisa melukaimu.
Dan kalau dia bicara padamu percayalah padanya.
Walau suaranya bisa membuyarkan mimpi-mimpimu bagai angin utara mengobrak-abrik taman.
Karena sebagaimana cinta memahkotai engkau, demikian pula dia
kan menyalibmu.

Sebagaimana dia ada untuk pertumbuhanmu, demikian pula dia ada untuk pemanakasanmu.

Sebagaimana dia mendaki kepuncakmu dan membelai mesra ranting-rantingmu nan paling lembut yang bergetar dalam cahaya matahari.
Demikian pula dia akan menghunjam ke akarmu dan mengguncang-guncangnya di dalam cengkeraman mereka kepada kami.
Laksana ikatan-ikatan dia menghimpun engkau pada dirinya sendiri.

Dia menebah engkau hingga engkau telanjang.
Dia mengetam engkau demi membebaskan engkau dari kulit arimu.
Dia menggosok-gosokkan engkau sampai putih bersih.
Dia merembas engkau hingga kau menjadi liar;
Dan kemudian dia mengangkat engkau ke api sucinya.

Sehingga engkau bisa menjadi roti suci untuk pesta kudus Tuhan.

Semua ini akan ditunaikan padamu oleh Sang Cinta, supaya bisa kaupahami rahasia hatimu, dan di dalam pemahaman dia menjadi sekeping hati Kehidupan.

Namun pabila dalam ketakutanmu kau hanya akan mencari kedamaian dan kenikmatan cinta.Maka lebih baiklah bagimu kalau kaututupi ketelanjanganmu dan menyingkir dari lantai-penebah cinta.

Memasuki dunia tanpa musim tempat kaudapat tertawa, tapi tak seluruh gelak tawamu, dan menangis, tapi tak sehabis semua airmatamu.

Cinta tak memberikan apa-apa kecuali dirinya sendiri dan tiada mengambil apa pun kecuali dari dirinya sendiri.
Cinta tiada memiliki, pun tiada ingin dimiliki; Karena cinta telah cukup bagi cinta.

Pabila kau mencintai kau takkan berkata, “Tuhan ada di dalam hatiku,” tapi sebaliknya, “Aku berada di dalam hati Tuhan”.

Dan jangan mengira kaudapat mengarahkan jalannya Cinta, sebab cinta, pabila dia menilaimu memang pantas, mengarahkan jalanmu.

Cinta tak menginginkan yang lain kecuali memenuhi dirinya. Namun pabila kau mencintai dan terpaksa memiliki berbagai keinginan, biarlah ini menjadi aneka keinginanmu: Meluluhkan diri dan mengalir bagaikan kali, yang menyanyikan melodinya bagai sang malam.

Mengenali penderitaan dari kelembutan yang begitu jauh.
Merasa dilukai akibat pemahamanmu sendiri tenung cinta;
Dan meneteskan darah dengan ikhlas dan gembira.
Terjaga di kala fajar dengan hati seringan awan dan mensyukuri hari haru penuh cahaya kasih;

Istirah di kala siang dan merenungkan kegembiraan cinta yang meluap-luap;Kembali ke rumah di kala senja dengan rasa syukur;

Dan lalu tertidur dengan doa bagi kekasih di dalam hatimu dan sebuah gita puji pada bibirmu.


PERSAHABATAN

Dan seorang remaja berkata, Bicaralah pada kami tentang Persahabatan.

Dan dia menjawab:
Sahabat adalah keperluan jiwa, yang mesti dipenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau tuai dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Kerana kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa mahu kedamaian.

Bila dia berbicara, mengungkapkan fikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “Tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “Ya”.
Dan bilamana dia diam,hatimu berhenti dari mendengar hatinya; kerana tanpa ungkapan kata, dalam persahabatan, segala fikiran, hasrat, dan keinginan dilahirkan bersama dan dikongsi, dengan kegembiraan tiada terkirakan.
Di kala berpisah dengan sahabat, tiadalah kau berdukacita;
Kerana yang paling kau kasihi dalam dirinya, mungkin kau nampak lebih jelas dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.

Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya roh kejiwaan.
Kerana cinta yang mencari sesuatu di luar jangkauan misterinya, bukanlah cinta , tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.

Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenali pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu jika kau sentiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Kerana dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria dan berkongsi kegembiraan..
Kerana dalam titisan kecil embun pagi, hati manusia menemui fajar dan ghairah segar kehidupan.

SEPTEMBER

seseorang yang menuliskan kata SEPTEMBER ditanganku bertanya,

mengapa SEPTEMBER ?

pikiranku langsung jauh menerawang,

memutar memori dari awal sampai akhir SEPTEMBER ini .

kemudian aku jawab,

karena sekarang bulan SEPTEMBER

tentu saja dia tidak meyakini sepenuhnya jawaban itu dan bertanya kembali .

aku jawab lebih banyak tentang SEPTEMBER

padahal masih terlalu banyak untuk diceritakan lagi tentang SEPTEMBER


SEPTEMBER


diawali pendar bintang dan lampu kota tengah malam

dengan pernyataan yang mendebarkan kalbu


kemudian aliran rasa cinta yang aku tahan ternyata makin tidak terbendung

menyadari ada rasa yang pernah kuanggap tidak ada


menahan sesuatu yang justru semakin menguat

menyesakkan saat mata itu berpandang


akhir miris sesuatu yang belum pernah dimulai

terpakasa harus aku hilangkan rasa yang terlanjur ada dan membesar


dan di akhir bulan aku mencoba memulihkan segalanya

membiasakan diri dengan keadaan yang sudah ditakdirkan


mencoba menata hati yang berserak rantak tak pernah kuhiraukan

juga meski masih melangkah dengan gontai


menjalin cerita baru dengan cerita masa lalu

menjadikan sebagai pelajaran yang berharga


berusaha mengisi hari dengan biasa

tersenyum

tertawa

tapi tetap menyisakan waktu merenung dan menangis

karena aku masih manusia


dan kali ini aku ingin tak akan lagi menggali perasaan terlalu dalam

tak ingin terjatuh yang lebih menyakitkan dari ini


itu SEPTEMBER

yang akan benar benar aku kenang

hari esok dan nanti

ga kerasaa temaannn :D

hmm,
wktu lulus UN pasti noh pd sibuk buat msuk PT . ya taulah tmen" SMA pasti.a pgen yg trbaik buat masa depan, trmasuk gue donk (hehe) .
stngah mati tu stres.a, dimulai dri ikut pmdk yg ga ktrima smua akhir.a pasrah ikut spmb unsoed .
pilihan pertama udh pasti TEKNIK SIPIL, ya sbner.a itu cita" babeh .
pilihan 2 ngasal dah tu AGROTEKNOLOGI, pdhl sma skali gatau tu jurusan apaan (hadudu, nekat.a)
abis tes unsoed, dftar um upi jg milih PGSD, nah yg ini saran mama . pdhl kga ada tmpang jd guru sd, yg ada tu bocah" gue jitakin . Haha .
belum juga tes um upi udh ada pngumuman ktrima d unsoed, jd males dah upi.a .
pdhal yg ktrima pilihan 2 d unsud (GOD, bner" kga mikir lagi)

registrasi noh, cari kosan jg .
hmm, kosan kya.a asik .
ktmu anak" gila bernama nepong, mbenk, n sani .
sumpah kocak, tiap hari ada aja yg d omongin dan diketawain (hahay) .
dri mulai sling ngajarin, buka puasa bareng, ribut kalo mati lampu .
dan obrolan yg paling tdk prnah mmbosankan adlh komplain ttg fasilitas kosan .
kmer smpit, wc mampet, lntai kotor, dapur bau (ya scara tu epunya doyan jengkol, oh no ! )
tp ttep d jalanin jg (ya iyalah kita udah bayar, buu )

ospek, ktmu ank yg asik jg sehidup sepenyiksaan .
ya seru lah wlaupun kdang jayus nan garing .
ada elang yg tengil, candra+riska yg dewasa, gilang kuadrat yg kdang jayus, dwita+feny yg doyang ngrumpi, mita yg manis dan gataudah yg lain rda geje .
pndamping kita mas imam yg subhanallah alim . Hehe
pngalaman paling rempong dah mna lagi puasa, tp ttep asik donk .

libur lebaran ga krasa jg,
GOD aku jd mahasiswa (bangga jg, hehe)
mulai blajar tuh dgn brbgai dosen yg brbeda karakter, ada yg ontime bgt, ada yg geje bkin ngntuk, ada yg bkin tegang (bkn spesial cwo, mksud.a deg"an gtu), ada yg mlah crita alias curhat .
aneh" dah pko.a .

d kelas agrotek B nih,
td.a ga knal am anak".a, hmpir aja gue kya ank ilang dsitu tp untung.a ada ogi, wahyu, ganesa yg kita satu SMA d crbon .
tapi lama" dket juga am yg lain, yg pling seru ada nana, neng, nde, nisa, nurul, riri, vidi, ane, ijal, eja, adi, alvin, semi, elga, daus, fika, iin, hamdan, dan banyak lah (pegel ngetik.a scara ada 78 org, wow ! )
kocak bgt smua.a, awal.a emg krg kompak tp lama" bner" kya kluarga dri mulai bljr bareng, foto brg, maen futsal, dan jalan bareng yg nyesel bgt kga bsa ikut . Huhu :(
tp gapapa yg pnting ttep eksis dan hepi . Haha :D

oya, ada jg tmen" UKM, kan gue ikut bezper am agrica .
ya seru juga, d bezper masa jd anak dance (pdhl gatau tu bakat ada kga, XD )
d agrica nih, asik jg apalagi ada kk angktan yg gue suka, tp GOD ! dia mlah jdian am ce lain, hncur hatiku tp ya sudahlah . Heu

dan yg paling mndebarkan pasti.a saat UJIAN !
bljr mati"an tuh, ribet lah pko.a .
saking stres.a, gue nangis pas ujian makul PIE, glek !
dan alhasil (jeregjeng!) saat liburan smrter kita deg"an mnanti nilai yg kluar satu prsatu d SIA . ya Allah, bner" pngalaman prtma yg pling bkin panik .
tp alhamdulillah ip prdana lumayan ga malu"in org tua, hehe .
bisa ambil 24sks .
dan skg hari" pnantian tantangan d smester 2 .
pko.a hrus smangat dan hrus lbih baik dri sblm.a .

SALAM ALAY BUAT AGROTEK B .
KITA PALING GILA,
KITA PALING KOMPAK,
AKU SAYANG KALIAN :)